Selasa, 02 November 2021

4 Rahasia Atur Hubungan Sehat dan Bahagia

Photo : Pexels

Mengelola dan mempertahankan hubungan cinta memang bukan perkara mudah. Setiap pasangan tentu tiada henti berupaya agar ikatan cinta mereka hangat dan bahagia.

Untuk mewujudkan hubungan sehat dan bahagia setiap pasangan memiliki caranya masing-masing. Satu di antaranya bagaimana Anda dan pasangan dapat saling mengetahui atau mempunyai kemampuan menangani konflik yang terjadi.

Lalu apa saja yang harus diketahui agar hubungan sehat dan bahagia? Simak beberapa tips yang dilansir dari Pinkvilla untuk menjaga hubungan agar sehat dan bahagia.

1.Mendengar pendapat pasangan

Ini jadi salah satu kunci dalam menjaga keeratan hubungan Anda dan pasangan. Dengarkan pasangan dengan semua perhatian Anda sembari mengatasi masalah yang ada. Mendengarkan pasangan akan lebih mudah baginya untuk menjelaskan yang terjadi. Tentu, hal tersebut jadi bagian terpenting dalam menyelesaikan masalah.

2.     2. Berkomunikasi dengan baik

Seringkali beberapa hubungan tidak berhasil karena salah satunya tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Kurangnya komunikasi dapat membunuh suatu hubungan. Padahal dalam sebuah hubungan berkomunikasi adalah hal yang sangat penting. Jika berkomunikasi dengan baik akan membuat pasangan kamu tenang, sabar dan mengesampingkan ego saat menjalankan hubungan.

3.     3. Saling Menghargai

Ada kalanya setiap pasangan lupa untuk menghargai satu sama lain untuk hal terkecil, atau bahkan terbesar. Meskipun ini mungkin kedengarannya bukan masalah besar, tetapi dalam jangka panjang sering kali membuat pasangan Anda terluka.

Dia mungkin merasa upaya mereka diterima begitu saja, dan mereka tidak dicintai sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya mengucapkan 'Terima Kasih' yang penuh kasih untuk hal-hal kecil apa pun yang dilakukan pasangan.

Jangan lupa untuk membalas tindakannya, tidak setiap saat, tetapi sering. Ini tidak hanya akan memberi pasangan Anda rasa validasi, tetapi juga akan membuat mereka mengerti bahwa mereka sama pentingnya bagi Anda dan mereka bukan satu-satunya yang memicu hubungan.

4. Mencari solusi bersama

Saat saling mendengarkan kebutuhan dan sudut pandang satu sama lain, cobalah mencari solusi. Bila itu semacam kesalahpahaman, permintaan maaf saja akan menyelesaikan masalah.

Namun, jika ini adalah masalah serius, di mana Anda harus menemukan solusi lebih kompleks, cobalah untuk sampai pada titik di mana Anda berdua setuju satu sama lain. Sebagai pasangan, kalian mungkin perlu sedikit menyesuaikan diri dalam kondisi seperti ini.

Penulis: Aulia Putri Andrika - Politeknik Negeri Jakarta 

Tips Jitu Mengisi CV atau Resume bagi Mahasiswa Kupu-Kupu


Photo : Pexels

Dalam dunia perkuliahan kita sering mendengar istilah mahasiswa kupu kupu. Mahasiswa kupu-kupu biasa disebut Kuliah Pulang kuliah pulang,biasanya mereka hanya datang ke kampus untuk kuliah dan mereka segera akan pulang setelah kegiatan perkuliahan selesai.

Mahasiswa kupu kupu tidak merasakan bagaimana indahnya dunia kepanitiaan  dan organisasi. Terkadang bukan mereka tidak mau mengikuti kepanitiaan dan organisasi di kampus. Banyak sekali terjadi saat pendaftaran kepanitiaan atau organisasi. Selalu gagal saat mengikuti pendaftaran wawancara kepanitiaan organisasi bahkan kamu patah semangat dan patah tulang akibat di tolak terus sama kepanitiannya.

Walaupun julukan mahasiswa kupu-kupu emang sering bikin kita makin cuek sama kehidupan di kampus, tetapi bukan berarti tidak bisa mengembangkan diri. Karena dunia itu luas, tidak sebatas UKM di kampus. Jangan minder jadi Mahasiswa Kupu-Kupu, initips sukses buat kamu!

1. Mengikuti Magang dan Bekerja Part time agar menambah relasi

Nah, mengikuti magang di luar kampus sangat berpengaruh untuk mengisi CV. Manfaat waktu luang itu untuk mengenal lebih jauh pekerjaan dan karier yang menjadi impian. Cari pengalaman magang di berbagai perusahaan agar CV atau Resume kamu berwarna dan di lirik HRD. Banyak sekali lowongan magang di sosial media yang kamu dapat temukan.

Selain itu kamu juga bisa mengikuti Part time walaupun tidak sesuai dengan bidang kuliah tips ini sangat membantu. Saat Part time kamu bisa bertemu banyak orang sehingga bisa memperbanyak relasi. Siapa tahu pada masa depan mereka orang yang bisa berpengaruh di karirmu. Semangat !!!

2. Mengikuti Sukarelawan (volunteer)

Kegiatan sukarelawan ini merupakan proyek sosial yang dilakukan sekumpulan orang untuk berkontribusi secara langsung terhadap permasalahan  sosial di masyarakat. Nah kegiatan sukarela ini tentunya tidak kalah bermanfaat lo dari ikutan organisasi, bekerja, magang, dan lain-lainnya! Bahkan di beberapa perusahaan dan posisi mensyaratkan beberapa kegiatan volunteering sebagai pengalaman kandidatnya. 

3. Coba Aktif di Kegiatan Luar Kampus

Jika kamu tidak cocok dengan kegiatan di kampus, kamu bisa mencoba ikut kegiatan luar kampus yang sesuai minat. Sekarang ini banyak komunitas tinggal dicari yang sesuai dengan minat bakat yang dimiliki. Kamu juga bisa cari tahu kegiatan yang ada di sekitar rumah  misalnya club sepak bola komplek atau karang teruna. Nah kegiatan semacam ini juga bisa loh mengisi CV kamu agar di lirik HRD. Ayo temui bakatmu !

Jadi buat kalian yang Mahasiswa Kupu-Kupu jangan minder ya. Bisa saja seorang mahasiswa tidak mengikuti UKM atau organisasi mahasiswa tetapi tetap mendapatkan kesempatan dan manfaat di luar kampus. Tetap semangat dan gali minat bakat kamu!

Penulis : Aulia Putri Andrika- Politeknik Negeri Jakarta 


Kenali 5 Tanda Hubungan Toxic Relationship dan Cara Mengatasinya

Photo : Pexels

Suatu hubungan yang dikatakan toxic atau beracun ketika kedua pasangan sudah mengalami hubungan yang tidak sehat dimana tidak adanya dukungan satu sama lain bahkan saling merendahkan dan tidak menghormati pendapat pasangan. Hubungan dikatakan toxic apabila sisi negatifnya berkepanjangan sampai menguras energi. Tapi Tidak semua orang yang menjalani hubungan sadar kalau hubungan tersebut tidak berjalan bahagia. Hal ini membuat mereka terjerat dan susah keluar dari hubungan yang toxic bahkan mereka merasa nyaman tanpa sadar jika mereka sedang disakiti secara mental. Perilaku toxic bisa di latar belakangi masalah kesehatan mental yang tidak diduga seperti, depresi, gangguan trauma dan cemas. Meskipun merasa tidak nyaman dengan hubungannya susah bagi para korban untuk melangkah pergi dan memulai hubungan baru dengan orang lain. Jika kamu terus menerus berada di hubungan yang tidak sehat tentu saja sangat berbahaya. Hubungan toxic akan diam-diam meracuni kesejahteraan fisik dan mental. Itulah sebabnya, kamu perlu mengenali tanda-tanda apa saja yang muncul dari Toxic relationship agar bisa segera melepaskan diri. Nah, berikut tanda-tanda jika kamu berada di hubungan yang toxic. Yuk simak!

1. Merasa Gagal Menjadi Diri Sendiri

Tanda pertama yang bisa dikenali jika kamu berada di hubungan toxic relationship adalah kamu tidak menjadi diri sendiri dan merasa bahwa diri kamu tidak baik bahkan tidak menerima kondisi diri sendiri. Akibat sering dibombardir kritikan pedas oleh pasangan kamu kehilangan jati diri dan harga diri.

2. Selalu Dikekang dan Dicurigai

Posesif pada dasarnya adalah bersikap overprotektif terhadap seseorang. Meskipun sifat cemburuan adalah emosi manusia yang normal, itu bisa mengambil jalan yang buruk ketika dilakukan berlebihan. Seseorang akan mencoba mengendalikan setiap aktivitas kecil dalam

hidup kamu. Marah jika kamu mendapatkan pesan dari orang lain, merasa terancam kamu bergaul dengan orang lain, dan menguntit keberadaan kamu. Itu adalah tanda-tanda hubungan beracun dan tidak sehat.

3. Selalu Menyalahkan Pasangan

Seseorang yang mengalami toxic relationship terobsesi dengan diri sendiri dan tidak akan pernah bisa bertanggung jawab atas apa pun yang salah. Mereka selalu berpikir bahwa mereka benar dan melemparkan kesalahan ke pasangan. Jika ada yang salah dalam hubungan, dia merasa orang lainlah yang harus minta maaf.

4. Tidak Mendapatkan Dukungan

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang saling memberikan dukungan satu sama lain. Namun, pada toxic relationship setiap pencapaian dianggap menjadi saingan. Bahkan, pasanganmu tidak senang jika kamu berhasil mencapai sesuatu yang seharusnya ia bangga. Alih-alih dapat dukungan dan apresiasi, kamu malah mendapatkan perilaku yang tidak enak dan kritikan yang tidak membangun.

5. Merasa Lelah Sepanjang Waktu

 Hubungan yang tidak sehat akan membuat tubuh jadi tidak sehat, membuat kamu jadi tidak memikirkan self care terhadap diri sendiri. Waspada dengan tanda utama yang satu ini ya! Hubungan toxic memang benar-benar akan menguras energi dan membuat kamu lelah sepanjang waktu. Cara Keluar dari Hubungan Toxic Relationship

Apabila kamu merasakan tanda-tanda toxic relationship diatas, sebaiknya segera mengambil tindakan tepat dan segera keluar dari hubungan tidak sehat tersebut.

1. Coba Cari Jalan Keluar

jika dampak dari toxic relationship yang dirasakan bersifat emosional atau mental, kamu harus segera cari jalan keluar ataupun mungkin untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan pasangan.

2. Cepat Ambil Keputusan 

Kamu sebaiknya segera mengambil keputusan setelah mencoba diskusi atau menyelesaikan masalah dengan pasangan jika merasakan tanda toxic relationship. Jika pasangan kamu menerima kata-kata kamu dan meminta maaf mungkin hubungan ini layak dipertahankan. Tapi jika sebaliknya kamu perlu waspada karena toxic relationship semakin memburuk dan membahayakan diri. 

Mulai sadari kalau toxic relationship itu berbahaya. Jangan tunggu apa-apa lagi untuk keluar dari hubungan yang toxic. Jangan mewajarkan tanda-tanda toxic relationship di hubungan. Ingat kamu bukan orang yang harus bergantung dengan hubungan yang tidak sehat. Percaya diri kamu itu berharga dan pantas mendapat kan hal yang baik. kamu bisa melihat itu semua dan mengambil keputusan yang tepat untuk mengakhiri toxic relationship yang kamu punya. Jangan biarkan kamu terus menyakiti diri sendiri ya!

Laporan : Aulia Putri Andrika - Politeknik Negeri Jakarta 

Gak Selamanya Harga Murah Bikin Produk Laku!

  Sumber Foto: Pixabay Setiap pebisnis pasti ingin bisnisnya laris manis. Jadi tidak heran jika harga jual tentunya merupakan hal pokok yang...